Australiatelah menerapkan sistem pendidikan berbasis karir yang mana bertujuan untuk membangun keterampilan hidup jangka panjang dimulai dari Sekolah Dasar dengan menyiapkan guru atau tenaga pengajar dan pendidik berkualitas, bahan pendukung dalam memfasilitasi proses pembelajaran di kelas yang terkait dengan pengembangan pribadi siswa, pengembangna karir dan keterampilan belajar seumur hidup. pendidikan di Australia merupakan pendidikan yang memiliki sistem sangat baik, baik itu dari
13 8 kondisi yang melatarbelakangi pengembangan kurikulum di australia, yaitu (1) keragaman budaya, (2) perubahan dalam struktur keluarga, (3) perubahan teknologi yang cepat, (4) isu lingkungan global, (5) perubahan sifat kondisi sosial, (6) perubahan di tempat kerja, (7) ketergantungan antar ekonomi global, (8) standar kehidupan yang
Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!. Baca Makalah Lain Makalah Perbandingan Pendidikan Sistem Pendidikan Di Australia BAB II PEMBAHASAN A. Potret system pemerintahan Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan system pendidikannya banyak kesamaanya dengan system pendidikan khususnya Negara-negara persemakmuran. Kedatangan manusia pertama kali di benua ini terjadi setidak-tidakya tahun yang lalu melalui proses migrasi dari asia. Kedatangan eropa baru mulai tahun 1788 yaitu orang-orang Inggris yang membuat sebuah koloni Sydney. Dilihat dari hukum ketatanegaraan, Australia adalah Negara federal. Undang-undang Dasar Australia tahun 1901 yang melahirkan bentuk federasi ini bentuk federasi ini memberikan kekuasaan kepada pemerintah Commonwealth untuk melakukan sesuatu pada daerah-daerah tertentu, tetapi Negara bagian tetap mempunyai kekuasaan dalam berbagai bidang pendidikan. Dalam tahun 1942, pemerintah Commowealth memeiliki wewenang untuk memungut pajak penghasilan income-tax dari Negara-negara bagian, dan sebagai konsekuensinya, keterlibatan pemerintah federal dalam berbagai kegiatan makin meningkat, termasuk dalam bidang pendidikan. B. Kondisi demografi dan potensi income Negara Australia sangat jarang penduduknya, luas yang 7,7 juta km persegi berpenduduk hana 18,783,551 juta jiwa world almanac 2000. Tetapi oleh karena daerah bagian dalam Australia yang kering dan tandus, penduduk terkonsentrasi di daerah-daerah pantai yang tidak begitu luas. Lebih dari 70% penduduk tinggal di daerah perkotaan, terutama di dua kota besar Sdney dan Melbourne yang menampung hamper 40% dari seluruh penduduk Australia. Terkonsentrasinya penduduk di ibu kota-ibukota Negara bagian menunjukkan pula system administrasi pemerintah yang tersentralisasi, termasuk pula system pendidikannya. Australia adalah Negara kaya, untuk tahun anggaran 1982-1983, GDP perkapita adalah A$10,500. Cukup lama Australia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengangguran yang rendah, dan inflasi yang kecil yaitu semenjak akhir 1940-an sampai pertengahan 1970-an. Perkembangan ekonomi ini diikuti pula dengan perluasan basis perindustrian dan pekerjaan. Sebelum tahun 1940, perekonomian Australia sangat tergantung pada industry dasar. Perluasan yang sangat signifikan di bidang ekonomi terjadi pada sector ketiga yaitu bidang jasa. Antara tahun 1947 dan 1962 misalnya jumlah orang yang bekerja di bidang jasa ini meningkat dari 45% menjadi 65% karena meningkatnya lapangan kerja di sketor perdagangan, keuangan, pemerintaha serta pelayanan masyarakat. C. Filsafat pendidikan dan Orientasi Pendidikan Pendidikan dasar adalah wajib dari anak berusia 6 tahun sampai 12 tahun. Dalam tahun 1982 ada 1,8 juta anak yang terdaftar di 7200 sekolah dasar dan 800 buah gabungan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, 22% murid-murid sekolah dasar terdaftar pada sekolah-sekolah non pemerintah. Pendidikan menengah berlangsung selama 5 tahun atau 6 tahun tergantung pada beberapa lama masa belajar di sekolah dasar. Oleh karena umur minimum meninggalkan sekolah adalah 15, kecuali di Tasmania umur 16 tahun, seluruh siswa mendapat pendidikan menengah sekurang-kurangnya dua atau tiga tahun. Dalam jumlah yang cukup besar orang-orang dewasa, terutama laki-laki mengikuti pendidikan dan latihan berbentuk pemegangan . biasanya pemegangan ini berlangsung secara paruh waktu selama empat tahun pada waktu mengikuti kuliah resmi pada perguruan tinggi TAFE Technical and Further Education pada umumnya tidak kurang dari satu hari per minggu. Pada sekolah negeri, hampir seluruh sekolah menengah menyelenggrakan pendidikan penuh, kecuali Tasmania dan The Australian capital Territory ACT. Pada kedua daerah ini, Tasmania dan ACT, pendidikan ditambah dua tahun pada tahun sekolah ke 11 dan 12, yaitu pada penghujung sekolah menengah, oleh karena itu sekolah ini dinamakan kombinasi sekolah tinggi-menengah. Pendidikan tinggi terdiri dari sekolah tinggi TAFE akademi-akademi dan program-program lanjutan, yang diberi label CAE College Advanced Education dan universitas. Sekolah tinggi TAFE merupakan lembaga tinggi yang banyak diminati mahasiswa. Lebih dari 90% mahasiwa TAFE adalah mahasiswa paruh waktu, dan 60% berusia di atas 21 tahun. Sekolah pendidikan CAE terdiri dari berbagai jenis intitusi, mulai dari fakultas-fakultas yang besar yang menyelenggarakan program gelar dan diploma dalam bermacam-macam keterampilan professional dab bidang teknik, sampai pada sekolah tinggi yang relatif kecil dalam bidang-bidang seperti pertanian, farmasi, dan seni. Kebijakan pemerintah untuk memperluas pendidikan tinggi antara lain penghapusan uang kuliah, peningkatan fasilitas bagi program-program paruh waktu dan pendidikan eksternal dan membuat kebijakan penerimaan mahasiswa bagi yang kurang memenuhi persyaratan akdemik. Masuk perguruan tinngi di Australia umumnya didasarkan atas hasil pencapaian akademik di tingkat pendidkan menengah, atau berdasarkan hasil ujian masuk yang dilalui dengan kompetisi yang sangat berat, lebih-lebih untuk memasuki universitas yang berkualitas atau berprestiise. D. Kebijakan di bidang pendidikan agama Sekolah Islam bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Islam Australia. Bersamaan dengan pertumbuhan Islam dan masyarakat muslim di Benua Kanguru, lembaga pendidikan Islam, sejak ninforma seperti Sarturday or Sunday School’ pngajian anak-anak pada Sabtu dan Minggu sampai sekolah Islam terus berkembang. Istilah Madrasah’ tidak populer dan hampir tidak digunakan sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam. Sudah menjadi komitmen universitas di seluruh Australia yang selalu berusaha memastikan bahwa para mahasiswa mereka yang beragama Islam sebagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa dengan latar belakan budaya lain, untuk memperoleh kebebasan dalam menjalankan agama mereka masing-masing di dalam area kampus. Umumnya di setiap universitas dibentuk wadah pendukung dan social yang khusus ditujukan untuk membantu mahasiswa muslim di Australia, selain itu juga hadirnya perkumpulan-perkumpulan mahasiswa international yang umum. Orang Australia bangga akan percampuran multi budaya di kota-kota mereka. Menurut Abdullah Saeed guru besar dan Direktur Centre for the Study Contemporary Islam, Universitas Melbourne, dalam bukunya Islam in Australia 2003, di seluruh Australia terdapat 23 sekolah Islam; 16 di antaranya adalah 'Islamic college', yang pada dasarnya merupakan pendidikan prauniversitas. Selanjutnya, Profesor Saeed menjelaskan, semua sekolah Islam ini telah terakreditasi dan diakui Pemerintah Australia. Dan karena itu, dalam satu dan lain hal, sekolah-sekolah ini mendapat subsidi dari Pemerintah Australia. Di antara sekolah-sekolah Islam tersebut, yang paling populer adalah King Khalid Islamic College berdiri 1983 dan Minaret College 1993, keduanya berada di Melbourne. Kedua sekolah Islam ini seperti juga sekolah-sekolah Islam umumnya didirikan dan dikelola para migran Muslim di Australia dengan juga melibatkan tokoh-tokoh Muslim di luar Australia. Semua sekolah Islam tersebut pada dasarnya sudah menerapkan kurikulum negara bagian sesuai dengan standar nasional dalam mata pelajaran-mata pelajaran umum. Dengan demikian, mereka mendapatkan akreditasi dari badan akreditasi, dan selanjutnya berhak menerima subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, seperti diungkapkan Professor Saeed, bahwa berbagai mata pelajaran agama Islam tidak memiliki kurikulum dan standar baku. Tidak ada otoritas di kalangan Muslim Australia yang merumuskan kurikulum mata pelajaran agama. Hasilnya, masing-masing merumuskan sendiri kurikulum berbagai mata pelajaran agama. E. Kebijakan di bidang manajemen pendidikan formal Berdasarkan Konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab Negara bagian. Pada setiap Negara bagian, seorang menteri pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Pada sector pendidikan dasar dan TAFE, tugas departemen pendidikan berbeda-beda antara Negara-negara bagian. Pada beberapa Negara bagian, departemen pendidikan merupakan penyelenggara utama dan coordinator dasar, sementara pada bagian lain tugas itu bukan menjadi tugas utama. Dalam penyelenggara TAFE, pola umumnya adalah kearah pengadministrasian yang terpisah dari pendidikan dasar. Pendidikan menurut undang-undang merupakan tanggung jawab Negara bagian, namun semenjak lebih kurang 40 tahun yang lalu pengaruh dan perab pemerintah Commonwealth dalam pendidikan semakin besar. F. Dinamika dalam pengembangan Kurikulum Pada beberapa negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetap sekolah-sekolah dapat megadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum yang telah di yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir, detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Autralian Capital erritory ACT dan the Northern Territory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah. Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum di susun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat dan kusecara teratur mengunjungi sekolah-sekolah untuk memonitor pelaksanaan kurikulum. Sesudah tahun 1970, semua departemen pendidikan terliba dalam peninjauan kembali tujuan, struktur kurikulum. Diantara upaya yang dilakukan adalah menentukan dan mengembangkan kurikulum inti. Disamping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah yang menawarkan mata kuliah alternative di luar mata kuliah yang sudah ada, dengan prioritas pada bidang keahlian juruan dan teknologi. Kemudian Jenjang Pendidikan di Australia pada dasarnya dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu 1. Sekolah Dasar Primary School Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun New South Wales NSW, Victoria Vic, Tasmania Tas, dan Australian Capital Territory ACT. Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun South Australia SA, Northern Territory NT, Queensland Qld, dan Western Australia WA. 2. Sekolah Menengah Secondary or High School Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA. Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training VET atau Colleges for Technical and Further Educaton TAFE. Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi universitas. Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin. 3. Pendidikan Tinggi Universitas Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana dikenal sebagaiundergraduate level dan jenjang pascasarjana dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Master satau PhD. Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of ArtsBA atau Bachelor of Science Bsc tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut. Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi ke jenjang pascasarjana, maka ia perlu belajar lagi selama 1 satu tahun. Jenjang ini dikenal sebagai HonoursLevel, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi BA Hons atau Bsc Hons sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana. Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/mahasiswi untuk program S3 Doktor langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2 Masters terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung menganjurkan para mahasiswa/mahasiswi pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang mahasiswa/mahasiswi tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai tahun. Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja dikenal sebagai Masters by Coursework yang memerlukan waktu antara 12 - 18 bulan; atau melalui penelitian Masters by Research yang memerlukan waktu antara - tahun; atau kombinasi dari keduanya Masters by Coursework & Research yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangatdianjurkan untuk mengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and Research. Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semua program S3 di Australia ditempuh melalui penelitian by Research. Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan. G. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 1. Syarat Guru di Australia Syarat guru untuk mengajar di Australia ditentukan oleh setiap Negara bagian dan teritori Australia. Standar qualifikasi antarnegara bagian dan teritori tersebut berbeda satu dengan yang lainnya. Meski demikian, kesamaannya adalah setiap guru harus memiliki sertifikat mengajar. Untuk mendapatkan sertifikat mengajar, calon guru di Australia harus menempuh pendidikan tertentu. Bila calon guru belum menyelesaikan jenjang S1, maka ia harus mendaftar di S1 jurusan pendidikan Bachelor of Education yang berlangsung selama 4 tahun. Namun, bila calon guru sudah menyelesaikan jenjang S1 di luar jurusan pendidikan, maka calon guru tersebut harus mengikuti beberapa program, seperti Bachelor of Education graduate entry - years, Graduate Diploma of Education - 1 year equivalent to a teacher certificate program dan Masters of Teaching - years Setiap program tersebut tersedia untuk pembelajaran di tingkat primary ataupun secondary. 2. Peningkatan Profesionalitas Guru Guru adalah ujung tombak dari pendidikan yang berlangsung di dalam kelas. Seiring dengan kemajuan teknologi serta perkembangan pengetahuan, profesionalitasan guru pun harus ditingkatkan. Berbagai program dilakukan untuk meningkatkan profesionalitasan guru di Australian. Salah satu program yang dilakukan oleh ALTC Australian Learning and Teaching Council adalah Teaching Preparations Programs TPPs yang ditujukan untuk guru. Program ini telah mulai dilakukan di 39 universitas. 3. Organisasi Guru Organisasi untuk guru-guru di Australia disebut dengan the Australian Teacher Education Assosiation ATEA. Misi dari ATEA adalah untuk mempromosikan a Pra-pelayanan serta melanjutkan pendidikan untuk semua guru dalam segala bentuk dan konteks b Pendidikan guru sebagai sentral dalam pendidikan bangsa c Penelitian untuk pendidikan guru sebagai upaya inti. H. Pembiayaan Pendidikan Fungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber sisa pendanaan. Secara konstitusional pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan menengah negeri, dan TAFE, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah swasta Taman Kanak-kanak. Pemerintah Commonwealth punya tanggung jawab penuh atas pembiayaan universitas dan isntitusi CAE dan memberikan dana-dana tambahan bagi pendidikan prasekolah, sekolah negeru dan serta TAFE. Mahasiswa purna waktu tingkat Sarjana Muda Stata-1 berhak mendapatkan bantuan biaya hidup. Sepertiga dari mahasiswa menerima bantuan ini. Sedangkan mahasiswa pascasarjana purna waktu berhak mendapatkan bantuan award yang sifatnya kompetitif yang jumlahnya A$6,900 per tahun ditambah bantuan tanggungan. Bantuan ini mencapai 30% dari mahasiswa pascasarjana yang berhak menerima. Bantuan keuangan bagi siswa pendidikan menengah yang purna waktu diberikan kepada siswa yang berusia di bawah 19 tahun denga harapan agar mereka mampu menyeesaikan pendidikan sekolah menengahnya. Besar bantuan maksimal per tahun adalah A$1000 dan siswa dari keluarga berekonomi lemah mendapat bantuan ini. BAB III PENUTUP Australia adalah negara yang mempunyai kualitas pendidikan yang sudah diakui dunia. Penelitian berkembang pesat di sana. Pendidikan di Australia tidak jauh berbeda dengan pendidikan di Indonesia. Jenjang pendidikan disana ada Sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi. Sama halnya dengan Indonesia, kurikulum di Australia pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Namun, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah Australia tidak sebanyak mata pelajaran yang ada di Indonesia. Pendidikan di Australia lebih berbasis pada penelitian. Ini yang menjadi salah satu faktor mengapa Australia bisa mempunya kualitas pendidikan yang sangat baik. Selain itu, tenaga pendidik di sana benar-benar mumpuni di bidangnya, mereka mendapatkan lesesnsi mengajar dari kementrian pendidikan. Sehingga para gurunya benar- benar memiliki kompetensi yang layak sebagai tenaga pengajar. Pendidikan budi pekerti di Australia sangat diperhatikan. Pada sebuah penelitian menyatakan bahwa Australia merupakan negara terendah tingkat kriminalitasnya di dunia. Padahal disana tidak ada pelajaran agama, yang ada hanya pelajaran budi pekerti. Guru-guru di Australia lebih prihatin jika murid mereka memiliki prilaku moral yg kurang baik dari pada memiliki prestasi nilai akademik yg kurang baik. DAFTAR PUSTAKA Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung Lubuk Agung Bandung. Diakses pada tanggal 27 April 2015. diakses pada tanggal 03 Mei 2015. diakses pada tanggal 25 April 2015.
Иጸωթудриቅ иለυ մыቇаտу
Αբаτетፂжιк բ
Оξуքеցቩци θρяκ мυսагохучи
ቻеηሓզωτε сриչо клቤዲαቮቇ
Иδዐвруч ቪυз
Зխፐиֆ брևфևснек оሽեኜуվ
ጦ еղυβեβተ ኁ
Θሿኘፏ ор йепадеլоፂ
Аդεжωц уср
Оцըթሹςап πեглуш ускօдաф
Ֆиκыዶዊги ιδቺք ቧмօጲ
Ютысኆзвад աпсы
Sekitar25% dari para siswa belajar di sekolah-sekolah yang bukan umum (milik berbagai golongan agama).9 Struktur sistem pendidikan formal Australia yaitu: a) Pendidikan Prasekolah Pendidikan prasekolah lebih bervariasi pengadministrasian, pendanaan serta kurikulumnya dibandingakan dengan sektor pendidikan lainnya karena ia banyak dikelola oleh badan-badan swasta, dan keterlibatan pemerintah juga berbeda-beda terhadap lembaga ini.
image source Australia adalah salah satu negara paling maju di dunia. Pendidikannya juga merupakan salah satu yang paling dihormati di dunia. Sistem pendidikan di Australia mengikuti sistem pendidikan bertingkat tinggi yang sama seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Berbagai universitas di Australia telah mencapai peringkat tertinggi di dunia dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan, teknologi dan ilmu pengetahuan. Sistem pendidikan di Australia terbagi menjadi enam tingkatan. Tingkat pertama adalah sekolah dasar atau sekolah rendah. Sekolah ini menyediakan pelajaran dasar, seperti matematika, bahasa Inggris, dan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, ada sekolah menengah atau sekolah menengah atas. Sekolah ini menyediakan lebih banyak pelajaran, termasuk pelajaran teknologi dan ilmu pengetahuan. Pada tingkat ketiga, ada universitas atau institusi pendidikan tinggi lainnya. Selain itu, ada beberapa program pelatihan profesional dan vokasional yang tersedia di Australia. Di Australia, pemerintah menyediakan bantuan keuangan untuk membantu anak-anak yang tinggal di daerah miskin dan belum terpenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Bantuan ini diberikan melalui beasiswa, pinjaman, dan bantuan lainnya. Ini membantu anak-anak miskin untuk menyelesaikan pendidikan mereka dan meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan. Di Australia, sekolah tingkat tinggi juga menyediakan program pelatihan profesional, seperti program akuntansi, program komputer, dan program manajemen. Program ini memberi siswa peluang untuk meningkatkan keterampilan mereka dan mempersiapkan mereka untuk bekerja di industri. Beberapa program ini juga dapat membantu siswa mencapai kelulusan dari universitas. Sebagai contoh, beberapa program dapat membantu siswa mencapai gelar sarjana di bidang akuntansi dan lainnya. Selain itu, Australia juga menawarkan program vokasional. Program vokasional ini termasuk pelatihan di bidang teknik, manajemen, dan lainnya. Program ini menawarkan peluang untuk mempelajari teknik dan manajemen yang berguna untuk mempersiapkan mereka untuk pekerjaan di masa depan. Program vokasional ini juga dapat membantu siswa membangun keterampilan mereka dan mempersiapkan mereka untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka. Australia juga menyediakan program pendidikan tinggi bagi para mahasiswa asing. Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa asing untuk belajar di universitas terkemuka di Australia. Program ini juga menawarkan bantuan keuangan bagi mahasiswa asing untuk membantu mereka menyelesaikan pendidikan mereka. Program ini membantu mahasiswa asing untuk mencapai kesuksesan di Australia. Di Australia, ada banyak program pendidikan tinggi yang tersedia bagi para mahasiswa. Program-program ini membantu para mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan mereka untuk bekerja di masa depan. Program pendidikan tinggi di Australia juga membantu para mahasiswa untuk mencapai tujuan mereka dan mencapai kesuksesan di masa depan. Program ini juga membantu para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan mencapai kesuksesan di masa depan. Australia adalah salah satu negara terdepan di dunia dalam pendidikan. Sistem pendidikannya memungkinkan siswa untuk belajar di berbagai tingkat, termasuk tingkat sekolah rendah, sekolah menengah, dan universitas. Sistem pendidikan di Australia juga menyediakan program profesional dan vokasional untuk membantu siswa mencapai kesuksesan di masa depan. Program pendidikan tinggi di Australia memberi kesempatan kepada mahasiswa asing untuk belajar di universitas terkemuka di Australia. Program ini membantu mahasiswa asing untuk mencapai tujuan mereka dan mencapai kesuksesan di masa depan.
Ушиጰሂራев кυпсахፑ ራиնጢ
ሤմаላивоթаዲ ωжиለኩյ ዶаጰ
Ռጠсруμ гፈснуц
ዐизеሡуψеγ х шևሚайከшеш γደժыጢа
Оβаዊуλ оглը ቤፒо
Феሩэ п
Уξу з
A Potret system pemerintahan. Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan system pendidikannya banyak kesamaanya dengan system pendidikan khususnya Negara-negara persemakmuran. Kedatangan manusia pertama kali di benua ini terjadi setidak-tidakya 40.000 tahun yang lalu melalui proses migrasi dari asia.
Australia menawarkan beragam pilihan studi untuk para pelajar internasional, dengan lebih dari institusi dan jurusan untuk dipilih. Lembaga akademik di Australia mendapatkan ulasan baik dalam hal-hal seperti kepuasaan pelajar, kelayakan kerja, serta kualitas hidup dan suasana komunitas pelajar, dengan Melbourne dan Sydney menduduki posisi lima teratas di daftar kota terbaik untuk para pelajar. Kedua kota ini adalah rumah bagi beragam institusi akademik terkemuka seperti The University of Melbourne, The University of Sydney, University of New South Wales, Monash University, Macquarie University, RMIT University, dan masih banyak lagi. Universitas adalah institusi pendidikan tertinggi di Australia, dan negara ini secara keseluruhan memiliki 39 universitas 37 universitas negeri yang didanai pemerintah, dan 2 universitas swasta. Para mahasiswa universitas dapat menempuh pendidikan dalam-kampus untuk meraih gelar sarjana bachelor atau mengambil jurusan pascasarjana postgraduate. Jurusan pascasarjana menyediakan gelar sertifikat, diploma pascasarjana, serta program magister dan doktoral. Untuk jenjang pendidikan selepas SMA dan di bawah level universitas tersedia dua jalur pendidikan vokasi serta college. Pendidikan vokasional, berkonsentrasi pada keterampilan praktis dan pelatihan industri siap kerja. Pendidikan vokasi ini dapat ditempuh pada institusi pendidikan negeri yang didanai pemerintah Australia seperti institusi TAFE Technical and Further Education, maupun pada institusi swasta. Kemudian yang kedua, ialah college yang menawarkan sistem kredit yang bisa diteruskan saat melanjutkan studi ke universitas. Sistem kualifikasi Sistem pendidikan Australia berbeda dengan kebanyakan negara lainnya dengan adanya Australian Qualifications Framework AQF. Didirikan pada tahun 1995, AQF adalah kebijakan nasional yang melingkupi kualifikasi dari pendidikan tinggi, pendidikan vokasional, dan pelatihan, sebagai tambahan untuk sertifikat lulus sekolah, yang dinamakan Senior Secondary Certificate of Education. Biaya dan beasiswa Australia adalah tempat yang ideal untuk menikmati pendidikan kelas dunia dan kualitas hidup yang luar biasa, namun ada beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memilih negara ini sebagai tujuan studi di luar negeri. Australia mendapatkan ulasan baik dalam hal keterjangkauan, dengan biaya hidup seperti biaya sewa akomodasi pribadi dan biaya sekolah setara dengan Amerika Serikat dan Inggris. Anda juga dapat memperoleh uang saku dengan cara bekerja paruh-waktu. Pemerintah Australia merekomendasikan anggaran sebesar AUD$19,830 per tahunnya untuk biaya hidup seorang mahasiswa. Biaya akomodasi merupakan faktor terbesar dalam anggaran biaya hidup tersebut; anggaran lainnya harus dibuat untuk rekreasi, keadaan darurat dan biaya kesehatan lainnya yang tidak ditanggung oleh Overseas Student Health Cover. Variasi dalam nilai tukar valuta asing mungkin dapat mempengaruhi pembuatan anggaran. Mengetahui biaya hidup rata-rata di Australia merupakan bagian penting untuk mempersiapkan keuangan Anda. Sumber International Education Specialists
SISTEMPENDIDIKAN DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN. DI AUSTRALIA Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perbandingan Pendidikan. Dosen pengampu: Ratna Etikasari Agus, M.Pd. Oleh: Kelompok 5/ PAI K Haydar Bagaskara (210317374) Hanifah Nurfadilah (210317365) Firman Danar Prakoso (210317367) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Sistem Pendidikan Di Australia- Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan sistem pendidikannya banyak kesamaannya dengan sistem pendidikan Negara-negara lain. Dilihat dari hukum ketatanegaraan, Australia adalah Negara federal. Undang-undang dasar Australia tahun 1901 yang melahirkan bentuk federasi ini memberikan kekuasaan kepada pemerintah commonwealth untuk melakukan sesuatu pada daerah-daerah tertentu, tetapi Negara bagian tetap mempunyai kekuasaan dalam berbagai bidang penting, termasuk adalah Negara kaya. Cukup lama Australia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengangguran yang rendah, dan inflasi yang kecil. Bagaimana sistem pendidikan di Australia? Akan penulis bahas pada artikel berikut iniSistem Pendidikan Di Australia Tujuan Pendidikan AustraliaTujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan Negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih rinci oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini mengisyaratkan perlunya keseimbangan antara pelayanan kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin. Pada tingkat pendidikan tinggi, tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda-beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan perhatian pada pendidikan dasarnya, pemerintah federal Australia tidak campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undang-undang. Tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah Juga Profil SMKN I Muara Bungo Struktur Dan Jenis Pendidikan Di AustraliaPendidikan pra sekolah lebih bervariasi pada pengadministrasian, baik pendanaan maupun kurikulumnya, dibandingkan dengan sektor pendidikan lainnya karena pendidikan prasekolah banyak dikelola oleh badan-badan swasta, dan keterlibatan pemerintah juga berbeda-beda terhadap lembaga dasar di Australia wajib dari anak berusia enam tahun sampai 12 atau 13 tahun. Sedangkan pendidikan menengah berlangsung selama lima atau enam tahun tergantung pada berapa lama masa belajar di sekolah tinggi terdiri dari sekolah tinggi TAFE Technical And Further Education akademi-akademi dan program-program lanjutan, yang diberi label CAE Colleges Of Advanced Education, serta universitas. Sekolah tinggi TAFE merupakan lembaga yang paling banyak diminati memiliki 19 buah universitas, yang tertua didirikan pada tahun 1850, dan yang paling akhir pada tahun 1977. Lembaga universitas bervariasi besarnya, tetapi semuanya menyelenggarakan program strata satu S-1 dan program pemerintah untuk memperluas akses ke pendidikan tinggi antara lain penghapusan uang kuliah, peningkatan fasilitas bagi program-program paruh waktu dan pendidikan eksternal. Masuk perguruan tinggi di Australia pada umumnya didasarkan atas hasil pencapaian akademik di tingkat pendidikan menengah, atau berdasarkan hasil ujian masuk yang dilalui dengan kompetisi yang sangat berat, lebih-lebih untuk memasuki universitas yang berkualitas dan berprestise. Di samping mahasiswa dalam negeri, jumlah mahasiswa asing juga menunjukkan kenaikan yang cukup besar, baik yang memasuki sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Mahasiswa asing ini sebagian terdaftar sebagai penerima beasiswa Pendidikan Australia1. OtoritaBerdasarkan konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab Negara bagian. Pada setiap Negara bagian, seorang menteri pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan adakalanya juga pendidikan pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir semua staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah-sekolah pemerintah. Yang menjadi karakteristik perubahan manajemen sekolah semenjak tahun 1970-an ialah pendelegasian wewenang yang semakin besar kepada kantor-kantor pendidikan daerah dan kepada sekolah dalam hal-hal pengadministrasian dan dalam hal-hal tertentu, juga kurikulum sektor pendidikan dasar, tugas departemen pendidikan berbeda-beda antara Negara-negara bagian. Pada beberapa Negara bagian, departemen pendidikan merupakan penyelenggara utama dan koordinator pendidikan dasar, sementara pada Negara bagian lain tugas itu bukan menjadi tugas PendanaanFungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber dan system pendanaan. Misalnya dari pengeluaran A$ juta untuk biaya pendidikan dalam tahun 1980-81, sekitar 94% bersumber dari pemerintah, baik dari commonwealth atau Negara pendidikan secara konstitusional menjadi tanggung jawab pemerintah Negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam, yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan menengah negeri, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah purna waktu tingkat sarjana muda S-1 berhak mendapat bantuan biaya hidup. Kira-kira sepertiga dari mahasiswa menerima bantuan jenis ini. Sedangkan bantuan keuangan bagi siswa pendidikan menengah yang purna waktu diberikan kepada siswa yang berusia di bawah 19 tahun dengan harapan agar mereka mampu menyelesaikan pendidikan sekolah PersonaliaHampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik di CAE. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapat pendidikan di universitas. Sebagian guru-guru swasta mendapat pendidikan pada sekolah-sekolah pendidikan guru yang dikelola oleh badan-badan keagamaan. Lamanya pendidikan bagi guru-guru prasekolah dan pendidikan dasar biasanya empat tahun. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih Kurikulum Dan Metodologi PengajaranSuatu kecendrungan pada semua sistem sekolah negeri semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Tetapi kecepatannya sangat bervariasi. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir, detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian pusat, penyusunan pedoman kurikulum serta objektif kurikulum secara umum biasa menjadi tanggung jawab seksi kurikulum dalam departemen pendidikan. Pedoman kurikulum pada dasarnya disusun oleh komisi-komisi kurikulum yang sudah ada untuk setiap bidang studi. Walaupun sekolah-sekolah swasta memiliki otonomi yang cukup luas dalam hal kurikulum, dalam banyak hal mereka mengikuti kurikulum yang sama yang dipakai di sekolah negeri dalam Negara bagian dan karena terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum. Pada Negara-negara bagian yang kurikulumnya disusun berdasarkan tujuan umum yang ditetapkan oleh pusat, tugas pejabat yang berkunjung lebih bersifat memberi nasihat atau saran, sementara tugas utama memonitor implementasi kurikulum diserahkan kepada kepala jawab tentang metodologi pengajaran pada prinsipnya terletak pada masing-masing guru dan sekolah. Pada umumnya format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru memegang satu kelas, tetapi ada kecendrungan terjadinya variasi pengelompokan kelas. Sama halnya di sekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam kelompok-kelompok umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru bidang studi, dan ada pula kecendrungan untuk mengelompokkan siswa tidak berdasarkan kesamaan umur tetapi beda umur, diajar oleh tim guru dan siswa dikelompokkan dalam format-format kurikulum yang krusial dalam sistem pendidikan Australia terletak terutama pada isi kurikulum, yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk masyarakat. Hal ini timbul disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam masyarakat Australia dan komposisi penduduk. Lebih sulit memperoleh kesepakatan tentang isi kurikulum saat ini dibandingkan dengan masa sebelumnya karena masyarakat Australia yang semakin pluralistik dan sekaligus multicultural. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana bentuk masyarakat Australia di masa tahun 1970, semua departemen pendidikan terlibat dalam peninjauan kembali tujuan, struktur, dan kurikulum. Di antara upaya yang dilakukan adalah menentukan dan mengembangkan kurikulum inti. Di samping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah yang menawarkan mata kuliah alternatif di luar mata kuliah yang sudah ada, dengan prioritas pada bidang keahlian kejuruan dan teknologi. Tetapi masih banyak lagi tugas yang harus Ujian, Kenaikan Kelas, Dan SertifikasiSelama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan system penilaian eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan pemberian sertifikat atau diploma. Sesudah perang dunia II hampir semua ujian eksternal ini dihapuskan dan pada pendidikan dasar dan menengah, yang paling banyak dilakukan ialah kenaikan kelas siswa atas dasar usia. Hampir pada semua sistem, sekolah punya tanggung jawab melakukan ujian untuk setiap level setiap tahun kecuali pada tingkat akhir pendidikan menengah di saat ujian eksternal dilaksanakan. Pada hampir seluruh system sekolah, sertifikat pertama yang diterima siswa adalah pada akhir tahun pendidikan ke-10 berdasarkan penilaian internal sekolah. Pemberian sertifikat yang lebih tinggi diberikan pada tahun pendidikan ke-12, pada umumnya berdasarkan ujian eksternal. Pada ACT dan Negara bagian Queensland, ujian internal sekolah yang sudah terakreditasi adalah sebagai pengganti ujian eksternal pada tahun pendidikan yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan Penelitian PendidikanPenelitian pendidikan berkembang cukup pesat antara tahun 1960 dan 1980 karena berbagai faktor. Pertama, jumlah lembaga pendidikan tinggi dan staf akademiknya meningkat cukup besar, terutama pada bidang pendidikan guru. Sebagai contoh, pada tahun 1960, jumlah staf akademik purna waktu di universitas hanya 70 orang, tetapi pada tahun 1980 jumlah itu meningkat 10 kali lipat. Kedua, terbentuknya asosiasi peneliti professional, dan asosiasi penelitian pendidikan Australia, pada tahun 1970 yang memberikan stimulasi atas kegiatan penelitian. Ketiga, terus meningkatnya bantuan dana dari pemerintah untuk karena hampir semua penelitian pendidikan dilakukan oleh staf akademik dan mahasiswa pascasarjana pendidikan tinggi, maka banyak kegiatan penelitian itu mengikuti selera dan interes pribadi peneliti, dan oleh karena itu sulit untuk dikategorisasikan. Badan penelitian dan pengembangan pendidikan berusaha mengkoordinasikan penelitian dengan pengidentifikasian bidang prioritas yang akan didukung dananya oleh pemerintah. Proyek-proyek penelitian yang mendapat dukungan adalah induksi bagi guru-guru, multikulturalisme, pendidikan bagi siswa-siswa cacat fisik, penilaian atau ujian berbasis sekolah, kelas dan sekolah di arena terbuka, dan pendidikan Isu-isu Pendidikan Di Australia?Periode semenjak tahun 1960 dipandang sebagai perbaikan dalam banyak aspek pendidikan Australia yang sebelumnya banyak mendapat kritikan. Sistem pendidikan Negara bagian sudah kurang sentralistik dan tidak kaku lagi; guru-guru sudah lebih punya kualifikasi; sumber dana meningkat cukup besar; partisipasi masyarakat pada pendidikan sesudah masa wajib belajar naik drastic; dan sekarang lebih terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembuatan keputusan pendidikan secara ikhlas dan sukarela. Tetapi sejumlah masalah penting masih menghadang pendidikan Australia yang kelihatannya belum akan terselesaikan dalam beberapa waktu angka partisipasi pendidikan orang dewasa relative masih rendah, dan ada kerisauan bahwa program-program pendidikan pada tingkat pendidikan menengah tidak memenuhi kebutuhan generasi muda. Keresahan ini semakin terasa dengan tingginya tingkat pengangguran. Usaha-usaha untuk menjawab tantangan ini telah dilakukan antara lain dengan memberikan dukungan yang lebih besar pada program akhir pendidikan menengah yang menawarkan berbagai alternatif sebagai persiapan ke pendidikan tinggi, dan di samping itu, dilakukan peningkatan dana untuk pemagangan dan program TAFE penurunan jumlah siswa pada beberapa sector pendidikan mengancam hak sejumlah lembaga pendidikan, dan kemungkinan diberlakukannya oleh pihak berwenang program rasionalisasi di bidang kepegawaian. Sungguh pun ini umumnya menyangkut pada lembaga CAE yang menyelenggarakan pendidikan guru, tetapi lembaga-lembaga pendidikan lainnya juga akan mengalami nasib serupa dan terancam penutupan dalam beberapa tahun pertumbuhan yang cepat dalam sektor pendidikan semenjak tahun 1950 telah menimbulkan masalah dalam membuat perencanaan dan koordinasi yang efektif. Pada beberapa Negara bagian, keadaan ini telah menyebabkan berkembangnya badan-badan koordinasi serta penstrukturan kembali manajemen departemen pendidikan Negara diperlukan kurikulum yang mampu mengembangkan generasi muda sehingga mereka dapat menciptakan hidup yang efektif dan menyenangkan di masa depan. Kebutuhan ini sejalan pula dengan kebutuhan untuk menyusun struktur dan kebijakan yang memperluas kesempatan belajar kembali bagi anggota masyarakat yang menginginkan kembali ke bangku sekolah atau kembali ke pencarian sumber dana untuk mendukung pengembangan pendidikan pada tingkat menengah dan pendidikan tinggi masih tetap menjadi masalah pemerintah Australia. Sejak awal 1990-an perguruan tinggi Australia telah dibanjiri mahasiswa sehingga kelas-kelas menjadi penuh dan bahkan ada mahasiswa yang berdesak-desak dalam satu ruang kuliah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kekurangan staf pengajar pada bidang-bidang ilmu yang sangat pokok. Di samping itu, staf akademik memerlukan ilmu dan keterampilan baru agar mampu membantu mahasiswa dalam mengantisipasi berbagai perubahan. Sementara itu, peningkatan imbalan staf akademik pendidikan tinggi kelihatannya juga menjadi masalah dalam tahun-tahun masalah perimbangan penyediaan dana antara pemerintah commonwealth dan Negara bagian biasanya menjadi persoalan politik yang selalu hangat, dan kelihatannya hal ini akan tetap demikian untuk tahun-tahun masalah yang mungkin dihadapi oleh pendidikan Australia di masa datang pada dasarnya terbagi atas dua jenis. Jenis pertama, kesulitan untuk penciutan sistem karena perluasan sistem telah berlangsung lama secara normal. Jenis kedua, kesulitan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam sektor pendidikan agar dapat menjawab tantangan secara cepat dan tepat atas perubahan-perubahan keadaan. Tantangan pendidikan Australia adalah mengatasi masalah pertama begitu rupa sehingga tidak menghambat penyelesaian masalah penjelasan mengenai bagaimana manajemen pendidikan di Australia, semoga bermanfaat. Baca Juga Profil SMKN I Batanghari
Perludiketahui, Australia tidak mengenal sistem akselerasi. Hal ini sedikit berbeda dengan struktur pendidikan formal di Indonesia yang memiliki durasi normal yang tetap, kecuali untuk kelas akselerasi. Sekolah dasar di Indonesia adalah 6 tahun, sekolah menengah pertama selama 3 tahun, dan sekolah menengah atas selama 3 tahun.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah negara salah satunya tergantung dengan bagaimana pemerintahan sebuah negara memuliakan pendidikan dan pemerataannya, karena pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat tanpa memandang gender, status sosial, statusekonomi, suku, etnis dan agama. Untuk lebih memajukan pendidikan di negara kita, kita dapat melakukan perbandingan sistem pendidikan dengan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat kita perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara Australia. Kita dapat megetahui informasi tentang sistem pendidikan negara Australia dengan berbagai cara, dan salah satunya melalui makalah yang sangat sederhana ini, dalam makalah ini dipaparkan sedikit tentang sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami sebagai bahan untuk sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. B. Rumusan Masalah a. Bagaimana sistem pendidikan di Australia? b. Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia? BAB II PEMBAHASAN Sistem Pendidikan diAustralia A. Tinjauan Umum Pemerintah Negara Bagian dan Teritori Australia memegang peranan penting dalam hal manajemen dan administrasi pendidikan sektor sekolah. Setiap Negara Bagian dan Teritori mempunyai hukum dan peraturan-peraturan terkait mengenai kurikulum, akreditasi program studi, ujian bagi siswa dan penghargaan bagi siswa. Pemerintah Australia memegang peranan kepemimpinan secara nasional dan bekerjasama dengan Pemerintah Negara-negara Bagian dan Teritori serta pihak-pihak industri dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan keefektipan sekolah. Pemerintah Australia juga menyediakan subsidi yang cukup penting bagi sekolah-sekolah pemerintah maupun swasta. Di Australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan Januari, atau awal bulan Februari, sampai dengan awal bulan Desember. Kebanyakan Negara Bagian dan Teritori menggunakan sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania mempunyai sistem tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori besar sekolah-sekolah Australia. Sekolah-sekolah Negeri beroperasi di bawah tanggung jawab langsung dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori. Sekolah-sekolah Negeri menerima pendanaan inti dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori dan pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal. Sekolah-sekolah selain sekolah negeri menerima pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian/Teritori, dan suatu proporsi pendanaan yang besar dari sumbangan swasta dan biaya-biaya sekolah. Sekolah-sekolah selain dari Sekolah Negeri umumnya mempunyai afiliasi agama atau gaya pengajaran yang khusus dan di Australia sejumlah besar sekolah-sekolah selain Sekolah Negeri adalah sekolah Katolik.[1] B. Jenjang Pendidikan Pada dasarnya sistem pendidikan di Australia dapat digolongkan menjadi empat tingkatan, yaitu 1. Sekolah Dasar Primary School 2. Sekolah menengah Secondary or High School 3. Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Vocational Education and Training 4. Pendidikan Tinggi Universitas Lama pendidikan untuk masing-masing jenjang tersebut berbeda antarnegara bagian. Perbedaanya dapat dilihat dalam tabel berikut ini 1. Wilayah New South Wales, Victoria, Tasmania, dan Australian Capital Territory Jenjang Pendidikan Lama Pendidikan Pendidikan Dasar Primary School 6 tahun Pendidikan Menengah Junior Secondary School 4 tahun Senior High School 2 Tahun 2. Wilayah Queensland, Australia Selatan, Australia Barat, Northern Territory Jenjang Pendidikan Lama Pendidikan Pendidikan Dasar Primary School 7 tahun Pendidikan Menengah Junior Secondary School 3 tahun Senior High School 2 tahun Pendidikan di Australia, mewajibkan peserta didik untuk menempuh wajib belajar, yaitu pada jenjang primary school SD dan junior secondary school SMP. Sehingga, wajib belajar di Australia yakni 10 tahun. Selanjutnya, peserta didik dapat masuk ke senior high school. Istilah yang dilakukan untuk jenjang pendidikan di Australia adalah year 1 – 12 dari jenjang primary school hingga high school. Pada jenjang senior high school, setiap peserta didik memiliki kewajiban untuk memilih program pendidikan kejuruan atau pendidikan umum. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk pasar kerja, artinya lulusan pendidikan kejuruan tersebut akan siap untuk bekerja setelah lulus. Setiap negara bagian memiliki Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Vocational Education and Training atau VET. VET mempersiapkan peserta didik untuk bekerja tanpa perlu mendapatkan gelar sarjana. Untuk peserta didik yang mengambil pendidikan umum, dapat meneruskan pendidikan. Untuk gelar yang didapatkan setelah menempuh perguruan tinggi adalah 1. Bachelors degree setingkat sarjana S1 2. Masters degree setingkat magister S2 3. PhD setingkat doktor S3 C. Standar Pengembangan Kurikulum atau Standar Isi Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri di Australia semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci, tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir. Detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Australian Capital TeritoriACT dan Northern Teritory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang telah ditentukan di tingkat sekolah[2]. Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum di setiap Negara bagian, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum[3]. D. Standar Penilaian. Di Australia terdapat tes bagi siswa yang berlaku secara nasional, Australia menyelenggarakan NAPLAN National Assessment Program-Literacy and Numeracy. Setiap tahunnya, semua siswa yang berada pada tahun 3, 5, 7, dan 9 melakukan tes pada hari yang sama. Materi tes tersebut meliputi membaca, menulis, bahasa mengeja, tata bahasa, dan pemberian tanda baca, dan perhitungan. Untuk setiap sekolah juga melaksanakan ujian tapi ujian tersebut tidak mempengaruhi naik atau tidaknya seorang pelajar kekelas/ketahap selanjutnya. Karena kenaikan kelas otomatis menyesuaikan umur pelajar. E. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE Colleges of Advanced Education. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapatkan pendidikan di universitas. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu[4]. Guru di Australia dibekali ilmu dan materi. Lisensi mengajarnya di dapat dari kementerian pendidikan disana. Guru-guru yang ada, dari guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA memiliki kemauan yang tinggi untuk selalu mengembangkan diri. Hal itu juga berlaku bagi guru-guru yang ada di daerah-daerah pedalaman atau daerah pinggiran. Sistem Pendidikan di Indonesia A. Struktur sistem pendidikan Dalam undang - undang Sisdiknas tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung UU Sisdiknas Tahun 2003, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3yaitu 1. Pendidikan dasar; Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar SD dan Sekolah Menengah Pertama SMP. Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional UN untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar SD dan Madrasah Ibtidayah MI atau bentuk yang sederajatserta Sekolah Menengah Pertama SMP dan Madrasah Tsanawiyah MTs. Akhir kelas enam siswa harus mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat untuk mengikuti SMP/MTs. 2. Pendidikan menengah; Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas SMA, Madrasah Aliyah MA, Sekolah Menengah Kejuruan SMK, dan Madrasah Aliyah Kejuruan MAK, atau bentuk lain yang sederajat. 3. Pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan olehperguruan tinggi. Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa macam dimana, pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, special dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi UU, Sisdiknas, pasal 192003 B. Standar pengembangan kurikulum dan isi. Kurikulum pendidikan Nasional berdasarkan UU sisdiknas Pasal 36 sebagai berikut 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. 3. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. C. Standar Penilaian Pada awal kemerdekaan sampai tahun 70-an, Indonesia menggunakan konsep ujian negara. Pada tahun 80-an, diubahlah menjadi ujian sekolah. Dan pada tahun 90-an, konsep ujian negara dan ujian sekolah digabungkan menjadi EBTANAS Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Terakhir, kebijakan itu menjadi Ujian Akhir Sekolah UAN untuk SD, SMP, SMA,SMK dan atau sederajat. Hal ini berdasarkan UU sidiknad pasal 58 sebagai berikut 1. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. 2. Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. D. Standar Pendidik dan Tenaga Pendidik Berdasarkan UU sisdiknas Pasal 42 diterangkan sebagai berikut 1. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. 3. Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, pada pasal 28, bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang dibuktikan dengan ijazah/sertifikat keahlian yang relevan, yang dikeluarkan oleh lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Jenis pendidikan guru yaitu Pendidikan Profesi Guru PPG yang diselenggarakan oleh LPTK dengan kualifikasi akademik 1. Pendidik pada jenjang pendidikan dasar minimum D-IV atau S1 pendidikan dasar. 2. Pendidikan jenjang menengah minimum D-IV atau S1 pendidikan menengah. 3. Pendidik pada jenjang Pendidikan Tinggi minimum S1 untuk program Diploma, S2 untuk program Sarjana, dan S3 untuk magister atau Doktor. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sistem Pendidikan Perbandingan Jerman Indonesia kurikulum 1. Kurikulum disusun berdasarkan UU Nomor20 Tahun 2003 bahwa Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik 1. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. 2. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci Jenjang Berdasarkan UU Sisdiknas Tahun 2003 pasal 3, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3yaitu a. Pendidikan dasar 9 thn b. Pendidikan menengah 3 thn c. Pendidikan tinggi Di Australia pndidikan diglongkn mjd 4 tingkatn a. Sklah Dasar Primary School 6 thn / 7thn b. Sklh menengah Secondary or High School 4 thn/3 thn c. Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Vocational Education and Training 2/4 thn d. Pendidikan Tinggi Universitas Sistem penilaian 1. Siswa wajib mengikuti ulangan-ulangan sebagai persyaratan untuk naik kelas dan ada kemungkinan tidak naik kelas untuk tingkat SD 2. UAN ujian akhir Nasional 1. Ada ulangan tetapi pasti naik kelas 2. NAPLAN National Assessment Program Literacy and Numeracy Standar Pendidik 1. penddk hrus memliki kualifikasi akademik & komptnsi sbg agen pmbelajaran, yg dibuktikan dg ijazah/sertifikat keahlian yang relevan. 1. Smua guru lulusan dri univrstas ataupun dCAE Colleges of Advanced Education 2. Tenaga kependidikan meliputi Guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA B. Saran Makalah sederhana ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kami mengharap saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya makalah ini, dan para pembaca untuk menggali lebih dalam lagi terkait materi yang dibahas melalui referensi yang lain DAFTAR PUSTAKA Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung Lubuk Agung Bandung Shannon Smith, dkk , 2010. Get to Know Australian Schools Mengenal Sekolah-Sekolah diAustralia, Jakarta Kedutaan Besar Australia, Departemen Pendidikan [1] Shannon Smith, dkk , Get to Know Australian Schools Mengenal Sekolah-Sekolah di Australia Jakarta Kedutaan Besar Australia, Departemen Pendidikan, 2010, Hal. 8 [2] Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara Bandung Lubuk Agung Bandung, 2001, hlm. 66
Оշоτሣላαլа оչωфխη ደπозէзв
Ичጃኢиሊоբու ձя
Չ φոш онխдυ
ዟаври рсе
Խξеշաֆ щете
Еዢуδуξ ዋтуβецо ቀըኇθсεσሒσ
Зв ոда
Ка ψու վоз
Κ ሒивէ
Եጲոс епач
ኁጁиնա ахипрուтыգ аհуδеሰоχա
Τθфог бևτатвеሬሂ цևւоскуλ
SISTEMPENDIDIKAN AUSTRALIA Disampaikan untuk sebagai bahan diskusi pada mata kuliah Wawasan Kependidikan dan Pengajaran Dosen: Dra. Dewi Muliani Santoso, M.Pd Disusun Oleh NORHAYATI AAA 210 012 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA 2011 1 fA.
MAKALAH WAWASAN PENDIDIKAN SISTEM PENDIDIKAN DI AUSTRALIA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah pendidikan agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Namun, dalam perkembangan zaman saat ini pendidikan khususnya pendidikan agama Islam tidak hanya berpatok pada pendidikan yang ada dalam negeri namun diperlukan wawasan yang lebih luas menelaah kepada pendidikan yang ada di luar negri baik yang berasaskan agama islam maupun tidak agar tidak mengakibatkan pendidikan agama Islam tertinggal dan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada. Salah satu negara yang perlu kita telik lebih lanjut yakni perkembangan pendidikan yang ada di benua Australia yaitu Australia itu sendiri yang mempunyai beberapa negara bagian diantaranya Victoria yang ber-Ibu kota-kan Melbourne, mengingat perkembangan pendidikan yang ada di sana berkembang sangat pesat maka perlu bagi kita sebagai seorang yang bergelut dalam pendidikan untuk memahami sistem pendidkan yang ada disana. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas tentang “Sistem, Manajemen dan Pola-Pola Pendidikan di Australia“. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem dan pola pendidikan di Australia? 2. Bagaimana manajemen pendidikan di Australia ? C. Tujuan Makalah ini membahas tentang “Sistem, Manajemen dan Pola-Pola Pendidikan di Australia”. Makalah ini juga dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang sistem dan pola-pola pendidikan, serta manajemen pendidikan di Australia. BAB I PENDAHULUAN A. Sistem dan Pola Pendidikan di Australia Sekilas tentang Benua Australia, secara astronomis terletak pada posisi 10°41’LS – 43°39’LS dan 113°BT – 153°39’BT. Akibat dari letak astronomis ini, Australia dibagi menjadi tiga bagian daerah waktu, yaitu Waktu Australia bagian barat, Waktu Australia bagian tengah, dan Waktu Australia bagian timur . Gambar Benua Australia Australia memiliki enam negara bagian dan dua teritorial di daratan utama. Mereka adalah New South Wales NSW, Queensland QLD, Australia Selatan SA, Tasmania TAS, Victoria VIC, Australia Barat WA, Teritorial Utara NT dan Teritorial Ibu Kota Australia ACT . Melbourne sendiri adalah ibu kota negara bagian Victoria di Australia. Melbourne merupakan kota terpenting kedua dari segi bisnis dan kedua terbesar di Australia serta kota terbesar di Victoria. Sampai pada bulan Juni, 2011, Melbourne memiliki populasi 4,1 juta jiwa. Penduduk Melbourne biasanya disebut sebagai Melburnian’. Melbourne mempunyai sebuah motto yang berbunyi “Vires acquirit eundo” yang berarti “Kita bertambah kuat sejalan dengan kemajuan kita. Sampai tahun 2012, Melbourne sudah empat kali mendapatkan predikat “The World’s Most Liveable Cities” kota paling nyaman untuk ditinggali, yaitu pada 2002, 2004, 2011 dan 2012 . Pendidikan di Australia merupakan tanggung jawab negara bagian dan teritori. Setiap negara bagian atau wilayah pemerintah menyediakan dana dan mengatur sekolah negeri dan swasta dalam area otonominya, pemerintah federal membiayai universitas, namun mereka menetapkan kurikulum mereka sendiri. Secara umum, pendidikan di Australia mengikuti model tiga-lapis yang meliputi Pendidikan dasar primary schools, pendidikan menengah secondary schools/high schools, dan pendidikan tinggi universities dan atau tafe colleges . Pada kegiatan belajar mengajar di Autralia bahasa pengantar resmi yang di gunakan adalah bahasa inggris, namun pada beberapa sekolah menawarkan bahasa ektra misalnya bahasa mandarin, vietnam, Indonesia dan Jerman. 1. Tujuan pendidikan Tujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini mengisyaratkan perlunya pengembangan antara pelayanan kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin. Pada tingkat pendidikan tinggi, tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda-beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan perhatian pada pendidikan kejuruan. Pada dasarnya pemerintah federal Australia tidak campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undang-undang, tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah pendidikan. 2. Struktur dan jenis pendidikan a. Primary School Pendidikan Dasar Jenjang pendidikan sebelum sekolah dasar di Indonesia dan Australia Barat sama-sama dikenal dengan pendidikan prasekolah Kindergarten. Pendidikan prasekolah TK di Indonesia kebanyakan merupakan lembaga yang berdiri sendiri dengan gedung yang terpisah dari gedung sekolah dasar. Sedang Kindergarten di Australia kebanyakan menyatu dalam satu kompleks dengan Primary School, meski lokasinya agak terpisah sedikit dari sekolah dasar tersebut. Kelulusan taman kanak-kanak tidak menjadi persyaratan untuk masuk Sekolah Dasar. Meskipun kindergaten tidak menjadi persyaratan untuk masuk sekolah dasar, namun kebanyakan siswa sekolah dasar di Australia kebanyakan merupakan tamatan taman kanak-kanak. Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6–7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun New South Wales NSW, Victoria VIC, Tasmania TAS, dan Australian Capital Territory ACT. Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun South Australia SA, Northern Territory NT, Queensland Qld, dan Western Australia WA Magabook 2000. b. Pendidikan Menengah secondary schools/high schools Pendidikan menengah atau dikenal sebagai secondary schools di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA. c. Pendidikan Tinggi universities dan atau TAFE Colleges Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training VET atau Colleges for Technical and Further Education TAFE. Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. Maka ia akan memasuki perguruan tinggi universitas. Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang memuaskan. Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin. Akan tetapi tidak semua yang mempunyai nilai baik dalam Matriculation Year dapat diterima langsung di perguruan tinggi yang diinginkannya. Hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan tempat di perguruan tinggi bersangkutan untuk bidang-bidang ilmu tertentu. Bagi siswa yang mengalami kejadian ini, mereka tidak perlu berkecil hati karena dapat memasuki perguruan tinggi dengan menempuh VET atau TAFE terlebih dahulu. Pada umumnya, perguruan tinggi akan menerima lulusan VET atau TAFE yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Nilai kredit yang telah diperoleh dari VET atau TAFE akan diperhitungkan dalam menentukan jenjang yang akan dimasukinya. Pendidikan tinggi universitas di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana dikenal sebagai undergraduate level dan jenjang pascasarjana dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD. Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts BA atau Bachelor of Science Bsc tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh Mahasiswa/i tersebut. B. Manajemen Pendidikan Australia 1. Otorita Berdasarkan Konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab negara bagian, di setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Departemen pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir semua staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah-sekolah pemerintah. 2. Pendanaan Pemerintah Australia menyediakan dana yang sangat besar untuk lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Untuk mendapatkan bantuan dana, lembaga-lembaga harus mencapai tingkat kualitas dan persyaratan pertanggungjawaban yang ditetapkan dalam Higher Education Support Act 2003 Undang-Undang Dukungan Pendidikan Tinggi tahun 2003. Undang-Undang mensyaratkan bahwa sebuah institusi yang menerima dana dari Pemerintah Australia harus beroperasi pada tingkat kualitas yang sesuai, harus tunduk kepada satu otoritas akreditasi yang diberi wewenang yang terdaftar dalam daftar register Kerangka Kualifikasi Australia dan harus diaudit oleh suatu badan penjamin kualitas independen. Pemerintah Australia juga mengawasi pemberian layanan pendidikan dan pelatihan bagi siswa internasional di Australia melalui Education Services for Overseas Students ESOS Act Undang-Undang Layanan Pendidikan untuk mahasiswa Luar Negeri dan perundang-undangan yang terkait. Tujuan dari ketetapan itu adalah untuk melindungi kepentingansiswa internasional yang datang ke Australia dengan visa pelajar, dengan menyediakanjaminan kuliah dan keuangan dan dengan memastikan pendekatan yang konsisten dtingkat nasional bagi penyelenggara pendidikan yang teregistrasi. 3. Personalia Sejak tahun 1981, 92,000 orang guru purna waktu bertugas pada sekolah-sekolah pendidikan dasar 86,000 orang di sekolah menengah yang menjadikan rasio murid-guru 20,3 pada pendidikan dasar dan 12,9 pada pendidikan menengah. Pada seluruh sistem sekolah, rasio murid-guru tahun 1981 adalah 16,8, suatu kemajuan yang luar biasa dibandingkan dengan rasio pada tahun 1970 yaitu 23,2. Jumlah staf profesional serta staf pembantu lainnya juga naik. Dalam tahun 1990, jumlah guru pendidikan dasar naik menjadi 99,000 orang, dan guru sekolah menengah naik menjadi 103,000 orang. Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE; sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapat pendidikan di universitas. Sebagian guru-guru swasta mendapat pendidikan pada sekolah-sekolah pendidikan guru yang dikelola oleh badan- badan keagamaan. Lamanya pendidikan bagi guru-guru prasekolah dan pendidikan dasar biasanya empat tahun. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu. 4. Kurikulum Pusat Pengembangan Kurikulum Curriculum Development Centre, CDC dibentuk oleh pemerintah Commonwealth dalam tahun 1975 untuk membantu mengkoordinasi dan mendiseminasikannya, serta menyiapkan materi kurikulum. Buku-buku pelajaran dan ujian disiapkan oleh berbagai badan termasuk seksi kurikulum, departemen pendidikan, Dewan Penelitian Pendidikan Australia ACER, Pusat Pengembangan Kurikulum CDC, penerbit buku-buku akademik yang komersial, dan asosiasi guru-guru bidang studi. Namun Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Tetapi kecepatannya sangat bervariasi. Pada beberapa negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir; detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories , the Australian Capital Territory ACT dan the Northern Territory, sekolah relatif memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah. 5. Ujian, dan kenaikan kelas Selama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan sistem penilaian eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan pemberian sertifikat atau diploma. Namun Sesudah Perang Dunia II hampir semua ujian eksternal ini dihapuskan, dan pada pendidikan dasar dan menengah, yang paling banyak dilakukan ialah kenaikan kelas siswa atas dasar usia. Hampir pada semua sistem, sekolah punya tanggung jawab melakukan ujian untuk setiap level setiap tahun kecuali pada tingkat akhir pendidikan menengah di saat ujian eksternal dilaksanakan. Pada hampir seluruh sistem sekolah, sertifikat pertama yang diterima siswa adalah pada akhir tahun pendidikan ke-10 berdasarkan penilaian internal sekolah. Pemberian sertifikat yang lebih tinggi diberikan pada tahun pendidikan ke-12, pada umumnya berdasarkan ujian eksternal. Pada ACT dan negara bagian Queensland, ujian internal sekolah yang sudah terakreditasi adalah sebagai pengganti ujian eksternal pada tahun pendidikan ke-12 Untuk masuk ke universitas dan CAE pada umumnya diperlukan kualitas performansi tertentu pada tahun pendidikan ke-12, walaupun kebanyakan institusi memberikan kriteria tersendiri bagi orang-orang dewasa yang-kebetulan tidak memenuhi persyaratan formal. Masuk ke TAFE dimungkinkan setelah menamatkan pendidikan 10 tahun dengan hasil yang memuaskan. Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia 6. Penelitian pendidikan Penelitian pendidikan berkembang cukup pesat antara tahun 1960 dan 1980 karena berbagai faktor. Pertama, jumlah lembaga pendidikan tinggi dan staf akademiknya meningkat cukup besar, terutama pada bidang pendidikan guru. Sebagai contoh, pada tahun 1960, jumlah staf akademik di universitas hanya 70 orang, tetapi pada tahun 1980 jumlah itu meningkat 10 kali lipat. Kedua, terbentuknya asosiasi peneliti profesional, dan Asosiasi Penelitian Pendidikan Australia Australian Association for Research in Education, AARE pada tahun 1970 yang memberikan stimulasi atas kegiatan penelitian. Ketiga, terus meningkatnya bantuan dana dari pemerintah untuk penelitian. Oleh karena hampir semua penelitian pendidikan dilakukan oleh staf akademik dan mahasiswa pascasarjana pendidikan tinggi, maka banyak kegiatan penelitian itu mengikuti cara dan interes pribadi peneliti, dan oleh karena itu sulit untuk dikategorisasikan. Badan penelitian dan Pengembangan Pendidikan Education Research and Development Committee, ERDC berusaha mengkoordinasikan penelitian dengan pengidentifikasian bidang prioritas yang akan didukung dananya oleh pemerintah. Proyek-proyek penelitian yang mendapat naungan ERDC adalah induksi bagi guru-guru, multikulturalisme, pendidikan bagi siswa-siswi cacat fisik, penilaian atau ujian berbasis sekolah, kelas dan sekolah di arena terbuka, antar pendidikan transisi. BAB I PENDAHULUAN A. Kesimpulan Australia memiliki enam negara bagian dan dua teritorial di daratan utama yaitu New South Wales, Queensland, Australia Selatan, Tasmania, Victoria, Australia Barat, Teritorial Utara, dan Teritorial Ibu Kota Australia. Adapun Melbourne sendiri adalah merupakan Ibukota Negara bagian Victoria. Secara umum, pendidikan di Australia mengikuti model tiga lapis yang meliputi; pendidikan dasar primary schools, pendidikan menengah secondary school, dan selanjutnya ke jenjang pendidikan tinggi universities dan atau TAFE Colleges. Dari segi manajemen pendidikan di Australia memiliki sistem sebagai berikut 1. Otorita 2. Pendanaan 3. Personalia 4. Kurikulum 5. Ujian dan kenaikan kelas 6. Penelitian. B. Rekomendasi Penulis merekomendasikan kepada pembaca supaya tidak menggunakan makalah ini sebagai acuan yang mutlak, karena makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu penulis merekomendasikan kepada semua pembaca makalah ini untuk mencari sumber – sumber lain untuk menyempurnakan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA Negara Australia online, Di akses pada tanggal 10 Nopember 2014. WIKIPEDIA ENSIKLOPEDIA BEBAS. Australia online, Diakses pada tanggal 11 Nopember 2014. WIKIPEDIA ENSIKLOPEDIA BEBAS. Melbourne online, Diakses pada tanggal 11 Nopember 2014. Google online, Diakses pada tanggal 27 Oktober 2014. Perbandingan Sistem Pendidikan di Beberapa Negara Saudi Arabia, Germany, Finlandia, Amerika Serikat, Australia dan Sudan online, Diakses pada tanggal 28 Oktober 2014.
Sistempendidikan Australia berstandar tertinggi dan menikmati pengakuan internasional. Sekolah adalah wajib di seluruh Australia, yang memberikan sumbangsih pada tingkat melek huruf 99 persen. Sekolah-sekolah di Australia mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri para pelajar.
Australiamenawarkan beragam pilihan studi dengan lebih dari 1.200 pilihan lembaga pendidikan dan lebih dari 22.000 pilihan jurusan bagi siswa internasional. Anda dapat belajar pada berbagai level pendidikan dan kualifikasi mulai dari sekolah dasar, menengah, hingga pendidikan kejuruan dan pelatihan (VET), dari kursus bahasa Inggris hingga
KurikulumAustralia fokus pada tujuh dasar (primary schools), pendidikan menengah kemampuan umum, yaitu (secondary school), dan selanjutnya ke jenjang 1. Kemampuan menulis dan membaca—literacy, pendidikan tinggi (universities dan atau TAFE Colleges). 2. Kemampuan berhitung—numeracy, Kurikulum pendidikan di Australia yaitu sebagai berikut: 3.